Selasa, 18 Januari 2011

Life is adventure

True story about someday..

Hidup itu umpama sebuah perjalanan. Perjalan panjang yang berujung pada kematian. Yeaaa.. akhir dari perjalanan kehidupan manusia adalah kematian bukan?.

Suatu ketika kita berjalan di lembah yang begitu subur. Dengan rumput hijau bak permadani. Buah-buahan yang segar dan air terjun yang airnya begitu jernih. Bayangin aja kayak Tawangmangu ato Air terjun jumog karanganyar itu. hahaha lol :D. Seperti syurga yang menjanjikan segalanya. Segala yang indah, membuat perut kenyang dan tak perlu ribet. 

Tapi kita tak bisa berlama-lama tinggal dilembah itu. Karena perjalanan harus terus berlanjut. Langkah demi langkah kau telusuri. Pepohonan besar, semak belukar dan suara jangkrik mengiringi langkah kaki. Sembari melangkah, kita sibuk memikirkan kemana langkah kaki kita melangkah. Kekanan atau kekiri?. Walau slalu diselimuti rasa takut, kaki ini harus terus melangkah. HARUS.

Perjalanan panjang yang melelahkan. Kali ini, langkah kaki berhenti di dataran yang sedikit gersang. Dedaunan yang menguning dan tak ada rumput hijau bak permadani. Tempat macam apa ini?. Meski tak ada buah segar dan pohon rindang untuk berteduh. Langkah ini harus terhenti sebentar disini. Capek. Terlelap sejenak di balik bebatuan. Berteman debu dan angin.

Entah berapa lama terlap. Kemudian rasa haus membuatku terjaga. Dengan rasa kantuk yang tersisa, langkah kaki ini kembali menyusuri dataran gersang. Tak ada mata air yang bersih. Dengan terpaksa melanjutkan langkah dengan tenggorokan yang mulai sakit dan perut yang keroncongan. Berharap didepan sana ada lembah bermata air jernih.

Matahari hampir terbenam lagi. Sedangkan belum kujumpai mata air. Bagaimana ini ?!. :(

Sayup-sayup terdengar gemericik air. Senyum pun mengembang. Ya benar, ini mata air. Semoga air beneran, bukan halusinasi karena udah dehidrasi banget hahaha lol ! :D
Alhamdullillah, Tuhan tidak membiarkanku mengering disini ^^
Hmmm.. selama dalam perjalanan. Kuncinya harus bersyukur kali ya. Bersyukur berada di lembah yang subur dan rumpun hijau seperti permadaninya. Bersyukur meski berada di tempat yang gersang dan tandus sekalipun.
So, Sudahkah kamu bersyukur?

Lanjut. Perjalanan berlanjut. Haus sudah pergi. Kenyang. Hati pun senang. Sepanjang jalan mulut ini tak berhenti menyanyi. Dibawah temaram bulan, Kaki ini terus melangkah. 


((duh, laper. Lum mandi pula. Udah disms my best friends. So.........))
to be continue ye..
 !((^_^))! 
Love u all guys..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu untukku disini :)