Selasa, 30 November 2010

Ayah ..

Astana Temuireng, Karanganyar-Jawa Tegah*








Aku tak mampu mengantar kepergianmu  
Langit mendung turut berduka  
Orang-orang riuh rendah becerita  
Tentang segala amal kebaikanmu  
Aku datang kepadamu, ayah  
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu  
Aku menangis dan berdoa  
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu  
Kepergianmu seketika mendewasakan aku  
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup  
Untuk menjadi berguna bagi sesama  
Kepergianmu mengajarku  
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi  
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar  
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya  
Hingga saat terakhir hayatmu  
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu  
Hari ini aku menemuimu, ayah  
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu  
Bila datang saatnya nanti  
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu  
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa  
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya   

Ayah, 
Aku merindukanmu    

By deltapapa, 
on Wednesday, May 7, 2008 
at 13:12, under Puisi. Tags:ayah, Puisi. 149


Mengenang 4 tahun silam,
Tiga hari menjelang usiaku genap 17 tahun

.. hari yang tak pernah terlupakan ..
moment yang tak pernah terbayangkan sebelumnya ..
saat terakhir ku kecup keningnya yang dingin..

tak ada air mata yang jatuh saat itu,
Malam terasa begitu sunyi,
satu persatu mereka kembali kerumah masing-masing
aku tak bisa tidur,

Sayup-sayup terdengar suara tangisan,
Mamah..

Dan mulai malam itu, kami selalu bertiga,
Aku, Mamah dan Ochad adikku .. 

Walau begitu 
Kami tak pernah berhenti mengenangmu, Ayah..
  
 in memorian ; Ayah tercinta H. Agus Salim
semoga Ayah tenang disisiNya, Amin ..
me, dek Ochad & Ayah tercinta

Pesanku; 
Sayangilah orang di sekitarmu 
seolah kau takkan berjumpa esok hari
karena keberadaan seseorang akan sangat terasa,
justru ketika ia sudah tiada.