Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
By deltapapa,
on Wednesday, May 7, 2008
at 13:12, under Puisi. Tags:ayah, Puisi. 149
on Wednesday, May 7, 2008
at 13:12, under Puisi. Tags:ayah, Puisi. 149
Mengenang 4 tahun silam,
Tiga hari menjelang usiaku genap 17 tahun
.. hari yang tak pernah terlupakan ..
moment yang tak pernah terbayangkan sebelumnya ..
saat terakhir ku kecup keningnya yang dingin..
tak ada air mata yang jatuh saat itu,
Malam terasa begitu sunyi,
satu persatu mereka kembali kerumah masing-masing
aku tak bisa tidur,
Sayup-sayup terdengar suara tangisan,
Mamah..
Dan mulai malam itu, kami selalu bertiga,
Aku, Mamah dan Ochad adikku ..
Walau begitu
Kami tak pernah berhenti mengenangmu, Ayah..
in memorian ; Ayah tercinta H. Agus Salim
semoga Ayah tenang disisiNya, Amin ..
![]() | ||
| me, dek Ochad & Ayah tercinta |
Pesanku;
Sayangilah orang di sekitarmu
seolah kau takkan berjumpa esok hari
karena keberadaan seseorang akan sangat terasa,
justru ketika ia sudah tiada.

